Cari berdasarkan Semua koleksi
Pencarian terakhir di perangkat ini
Art Original
Tinjauan Teologis Terhadap Perceraian Berdasarkan 1 Korintus 7:10-11 dan Implikasinya Bagi Keluarga Kristen
Sitorus, Edo Wardo Parsaoran 2024 TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP PERCERAIAN BERDASARKAN 1 KORINTUS 7:10-11 DAN IMPLIKASINYA BAGI KELUARGA KRISTEN Kata Kunci: Tinjauan Teologis Perceraian, Implikasi, Keluarga Kristen. Pernikahan sesungguhnya bukanlah sesuatu hal yang kebetulan tetapi merupakan rencana Allah, oleh sebab itu apa yang sudah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan manusia (Mat. 19:6). Namun pada kenyataannya suara Kekristenan tidak bulat dalam menanggapi hal ini, sebab masih ada keluarga Kristen yang bercerai, lalu adanya hamba Tuhan, gereja, bahkan berdasarkan penelitian teologi juga mengizinkan perceraian. Kekristenan tidak dapat menutup mata terhadap fenomena-fenomena yang banyak terjadi di dunia dewasa ini. Hal ini tidak terlepas dari yang namanya salah dalam memandang dan menginterpretasi bagian-bagian Alkitab yang berbicara mengenai perceraian salah satunya di dalam 1 Korintus 7:10-11, sehingga tidak adanya kesatuan suara Kristen terhadap perceraian. Menurut penulis, jikalau keluarga Kristen memahami dengan benar apa kata Alkitab tentang perceraian, maka keluarga Kristen tidak akan mengakhiri hubungan pernikahan bagaimanapun keadaannya. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian perpustakaan (library research) yang merupakan penelitian yang mengandalkan data-data yang diperoleh dari perpustakaan, dan sumber-sumber literatur lainnya yang mendukung dengan topik pembahasan penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan model pendekatan Eksegesis yang membahas secara mendalam suatu informasi dalam Alkitab, menarik keluar arti atau makna dari suatu teks sehingga dapat membantu memperoleh pemahaman yang benar tentang topik yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian di dalam 1 Korintus 7:10-11, Paulus memberikan perintah yang sesungguhnya itu merupakan perintah dari Tuhan Yesus, bahwa di dalam pernikahan keluarga Kristen tidak boleh sekall pun diberikan peluang dengan alasan apapun suami dan istri bercerai. Maka bagi keluarga Kristen yang sudah sempat bercerai, Paulus memerintahkan agar pasutri tersebut tidak boleh menikah lagi sampai salah satu dari mereka sudah meninggal, atau jikalau tidak demikian Paulus menasihati mereka untuk berdamai atau rujuk kembali. Dengan demikian, Paulus mengusahakan agar pernikahan keluarga Kristen tetap utuh. Dari penjelasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya di dalam Kekristenan perceraian tidak diizinkan sama sekali bagaimanapun keadaannya. Kekristenan harus memiliki pemahaman dan perilaku yang benar terhadap perceraian sehingga tidak mengakhiri pernikahan bagaimanapun keadaannya.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 230.005 Sit P
- Penerbit
- Pekanbaru : STT STAR RIAU, 2024
- Deskripsi Fisik
- 1 Berkas PDF (112 halaman)
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- -
- Klasifikasi
- 230.005
- Tipe Isi
- text
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- -
- Subjek
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Edo Wardo Parsaoran Sitorus
Informasi Lainnya
- Dosen Pembimbing (Repository)
- Jeny Marlin, M.Th; Ardikal Bali, M.Th
- Program Studi (Repository)
- S1 Teologi
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar